Titrasi Asam Basa
A. Tujuan
Menentukan konsentrasi larutan HCl dengan larutan NaOH melalui titrasi
asam basa.
B. Alat dan Bahan
Alat : buret, erlenmeyer, gelas
ukur, corong, statif, dan pipet tetes.
Bahan : larutan HCl
dengan konsentrasi yang belum diketahui, larutan fenolftalein, larutan NaOH 0,1
M, dan aquqdes.
C. Langkah Kerja
1.
Isi
buret dengan larutan NaOH 0,1 M dan catat pembacaan biuret!
2.
Masulam
5 mL larutan HCl kedalam erlenmeyer dan tambahkan 5 mL aquades.
3.
Tambahkan
2 tetes larutan fenolftalein.
4.
Lakukan
titrasi dengan cara meneteskan larutan NaOH dari buret kedalam erlenmeyer
sambil digunjangkan. Penetesan larutan NaOH dihentikan jika larutan dalam
erlenmeyer menjadi merah muda dan warna itu tidak hilang jika erlenmeyer
diguncangkan.
5.
Catat
volume NaOH yang digunakan!
6.
Ulangi
percobaan 2–3kali.
D. Hasil Kerja
Konsentrasi larutan NaOH diketahui adalah 0,1 M.
Pembacaan buret berisi larutan NaOH:
Percobaan
ke-
|
V NaOH
Awal (V1)
|
V NaOH
Akhir (V2)
|
Terpakai
(V2-V1)
|
1
|
50
|
25
|
25
|
2
|
50
|
29
|
21
|
3
|
50
|
23
|
27
|
Perhitungan
VHCl
x MHCl x nHCl=VNaOH x MNaOH x nHCl
Volume
rata-rata NaOH yang digunakan : 24,33
mL
Volume HCl
yang digunakan : 5mL
E. Permasalahan
1.
Tuliskan
persamaan reaksi dari percobaan diatas!
Jawab : NaOH + CH3COOH menjadi CH3COONa
+ H2O
2.
Berapakah
konsentrasi larutan HCl tersebut?
Jawab : a x Va x Ma=b x Vb x Mb
1 x 50 x Ma=1 x 25 x 0,1
Ma =2,5 : 50
=0,05 M
3.
Faktor-faktor
apa saja yang menyebabkan kesalahan pada percobaan titrasi?
Jawab : alat praktik yang kurang steril kelebihan
tetesan NaOH saat dinasukan kedakam larutan cuka, saat melakukan praktikum
tangan kurang bersih selain itu kurang konsentrasi.
4.
Apa
kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan?
Jawab : asam cuka berubah earna jika larutan NaOH
dalam buret diteteskan kedalam larutan cuka, dan berubah warna jika
digoyangkan.
F. Kesimpulan :
Asam cuka berubah warna jika larutan NaOH dalam buret diteteskan kedalam
larutan cuka, dan berubah warna jika digoyangkan.